CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

April 18, 2014

Here Comes Again

It's been forever I don't write anything here, I even forget that you exist. Hehe canda deng blog.

Jadi kelanjutannya setelah post sebelumnya marah-marah, sekarang saya sudah semester 4. Banyak yang bilang ini semester neraka, semester penghancur IP dan sebagainya. Tapi buat saya, ini adalah semester jalan-makan, jalan-jalan dan makan-makan (iya ngga penting singkatannya). Hal ini didasarkan oleh hobi baru saya dan Falah yaitu.....mulai mencobai satu per satu restoran all you can eat yang affordable HAHAHA emang kita gendut dan doyan makan jadi beginilah jadinya.

Terus.....sekarang saya jadi bingug. Tadi sebenernya mau nulis kesenangan dan kemesraan saya sama doi, tapi di paragraf sebelumnya pake disinggung-singgung soal IP, jadi pikirannya tercabang :""( wkwkwk sampah. Anyway kok ya gue ngerasa blog gue isinya curhatan semua. Mana curhatannya kelas satu alias ngga penting semua....... Dan writing skill gue kok ya gini-gini aja, perasaan dari pertama ngeblog dulu smp sampe sekarang ngga ada bedanya...... Halah lemah.

Yaudah deh. Mending udahan aja wkwkwk :(

September 25, 2013

Sophomore Year

Saya ngga ngerti ya, dulu pas SMA semuanya terasa simpel banget. Ngga cuma soal akademis yang lebih manusiawi, juga soal pergaulan dan lingkungan sekitar saya. Kayaknya dulu mau saya pake baju itu-itu aja setiap pergi, mau nangis di koridor sekolah bareng Odah, mau berantem sama Panjul sampe dramatis banget, mau main nge-gank sama beberapa orang aja, semuanya tetap baik-baik saja. Keadaannya tetap tentram. Orang-orang ngga ada yang berkomentar. Ngga ada juga stabbers yang ngomongin saya ngumpet-ngumpet.

Dikiranya makin gede orang makin dewasa. Ya ngga tau sih kasus ini intinya peduli atau lancang, tapi mendingan ngga usah ikut-ikutan ngomong kalo permasalahannya aja duduknya jauh sama kamu. Situ kan bukan juri x-factor, ngga perlu lah komentarin hidup saya.

Sekalinya posting marah-marah kan gua. Komentarin lagi gih sini.

July 17, 2013

Langit dan Cuaca

Sekarang pukul 14.39 waktu rumahku. Rabu siang di musim kering, menganggur seperti biasa. Tetapi disini mendung dan langit sudah siap meluncurkan butiran-butiran hujan lagi. Cuaca belakangan ini semakin tidak bersahabat, seperti asing bagi langit. Terkadang panasnya matahari menyengat tak tertahankan, namun keesokkannya hujan deras mengguyur.

Kasihan langit, ia pasti sudah tidak tahan lagi dengan ini semua. Cuaca membolak-balikkan dirinya dan cuaca pikir itu baik-baik saja. Apa yang salah dengan langit? Dia selalu disana, bergantung dengan apa yang cuaca mau. Namun terkadang cuaca tidak menepati janji, membuat langit kewalahan berkali-kali diingkari.

Langit ingin hubungannya dengan cuaca berakhir. Tapi hubungan apa? Bagaimana mengakhirinya? Semuanya terasa semu, namun nyata jika langit menilik lebih jauh. Dia sudah sangat terikat dan semua terasa tidak mungkin tanpa kehadiran cuaca. Tetapi rasa lelah itu semakin menggunung, ia ragu apakah ia bisa bertahan dan mengatasinya. Atau akan mati demi cinta yang palsu dan sebenarnya tidak pernah ada.

Cuaca tidak akan pernah mengerti.